Sabtu 13 April 2024 yang lalu di Gramedia, Grand Indonesia aku berkesempatan untuk berjumpa face-to-face dengan Tere Liye dalam rangka mempromosikan novelnya yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Acara ini dimulai pukul 4 sore. Aku tiba di Gramedia jam setengah 4. Wah sudah penuh! Aku memutuskan untuk shalat Ashar terlebih dahulu. Aku masuk ke Gramedia lagi jam 4 kurang seperempat. Aku kebagian duduk paling belakang heheh alhamdulilah.
Meskipun hanya duduk di karpet, acara berjalan dengan cukup seru. Tere yang hadir mengenakan kaus berwarna sage dan berkacamata serta celana jeans. Tere beberapa kali menyombongkan diri bahwa dirinya merupakan wisudawan terbaik FE UI pada tahun 2002. Beberapa kali, Tere mencairkan suasana dengan jokenya. Tema kali ini cukup berat karena novelnya mengandung politik. Secara blak-blakan, Tere mengungkapkan agar koruptor di hukum mati.
Jenderal Bacok menjadi guyonan. Di Indonesia ada beberapa orang yang menyerupai Jenderal Bacok. Awalnya, Tere meminta masukan dari senior Gramedia mengenai novel ini. Katanya terlalu provokatif. Sedangkan saat bertanya ke aktivis lingkungan, novel ini endingnya kurang greget. Tere bercerita bahwa banyak juga pejabat yang membaca novel-novelnya.
Acaranya di akhiri dengan tanda tangan. Untuk yang satu ini, saya mengantri sekitar 45 menit karena yang duduk paling depan mendapatkan kesempatan pertama untuk tanda tangan. Dari awal acara, Tere menerangkan bahwa beliau tidak ingin di foto ataupun di rekam. Sayang deh tidak ada kenang-kenangan bersama Tere hehe. Namun selepas shalat Maghrib, aku bertemu lagi dengan Tere yang sepertinya sedang mencari makanan. Aku menyapanya dan ia tersenyum

0 komentar:
Posting Komentar