Akhir untuk masa-masa kelam.
Awal untuk lembaran baru.
Awal untuk lembaran baru.
Well tidak terasa sudah saatnya di penghujung saatnya aku mengejar cita-citaku selama ini. Kini aku menjadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya. Melalui ini aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Garuda. Berkat dia aku menjadi yakin bahwa aku bisa (padahal nyatanya Garuda hanya mengganti fotonya saja sebelum aku sidang namun itu memberiku semangat entah bagaimana (?) ).
Kenangan selama ini mengenai dirinya selalu membuatku tersadar bahwa jika takdir mengizinkanku untuk menjadi satu dengannya, aku harus menjadi wanita yang tangguh. Hidup tidak akan selalu dipenuhi suka cita jika bersama dirinya. Aku tau akan ada masa sulitnya.
Kegagalanku bertahun-tahun di masa pendidikan membuatku tersadar bahwa untuk mencapai cita-citaku bukan tidak berasal dari sekolah A maupun kampus A melainkan jiwa juang yang tangguh beserta kedisiplinan, kerja keras dan ketekunan.
Dari pengalaman hidupku aku juga sadar. Hidup ini penuh rintangan. Namun rintangan akan mudah dilalui jika kita memiliki tekad sekuat baja dan tentu saja tidak pernah menyerah.
Aku tau di luar sana ada orang-orang baik yang siap membantu. Orang-orang yang bisa disebut sebagai teman dalam suka maupun duka. Membantu kita menjalani kehidupan dan tak pernah lelah menghadapi kita.
Dan yang terpenting adalah keluarga. Keluarga selalu ada meskipun keadaan ekonomi sedang morat-marit. Tak pernah lelah demi mencari nafkah dan tak pernah lupa berdoa kepada-Nya demi kebahagiaan keluarganya. Semangat yang diberikan selalu mendorongku untuk berusaha keras demi cita-citaku. Terima kasih kepada seluruh keluarga untuk doa dan semangatnya.
Tere Liye juga banyak memberikan semangat dalam hidupku melalui kisah-kisah di novel-novelnya. Rindu, Pulang, Pergi dan Tentang Kamu memberikan semangat yang membara dalam jiwaku untuk tidak pernah berhenti berjuang dan berharap.
Melalui tulisan ini aku tersadar bahwa tidak selamanya yang gagal menjadi gagal. Tidak selamanya yang di belakang selalu menjadi yang di belakang. Selalu ada harapan asalkan tidak pernah menyerah.