Rabu, 21 Agustus 2019

Akhir dan Awal

0 komentar
Akhir untuk masa-masa kelam.
Awal untuk  lembaran baru.

Well tidak terasa sudah saatnya di penghujung saatnya aku mengejar cita-citaku selama ini. Kini aku menjadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya. Melalui ini aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Garuda. Berkat dia aku menjadi yakin bahwa aku bisa (padahal nyatanya Garuda hanya mengganti fotonya saja sebelum aku sidang namun itu memberiku semangat entah bagaimana (?) ). 

Kenangan selama ini mengenai dirinya selalu membuatku tersadar bahwa jika takdir mengizinkanku untuk menjadi satu dengannya, aku harus menjadi wanita yang tangguh. Hidup tidak akan selalu dipenuhi suka cita jika bersama dirinya. Aku tau akan ada masa sulitnya.

Kegagalanku bertahun-tahun di masa pendidikan membuatku tersadar bahwa untuk mencapai cita-citaku bukan tidak berasal dari sekolah A maupun kampus A melainkan jiwa juang yang tangguh beserta kedisiplinan, kerja keras dan ketekunan.

Dari pengalaman hidupku aku juga sadar. Hidup ini penuh rintangan. Namun rintangan akan mudah dilalui jika kita memiliki tekad sekuat baja dan tentu saja tidak pernah menyerah.

Aku tau di luar sana ada orang-orang baik yang siap membantu. Orang-orang yang bisa disebut sebagai teman dalam suka maupun duka. Membantu kita menjalani kehidupan dan tak pernah lelah menghadapi kita.

Dan yang terpenting adalah keluarga. Keluarga selalu ada meskipun keadaan ekonomi sedang morat-marit. Tak pernah lelah demi mencari nafkah dan tak pernah lupa berdoa kepada-Nya demi kebahagiaan keluarganya. Semangat yang diberikan selalu mendorongku untuk berusaha keras demi cita-citaku. Terima kasih kepada seluruh keluarga untuk doa dan semangatnya.

Tere Liye juga banyak memberikan semangat dalam hidupku melalui kisah-kisah di novel-novelnya. Rindu, Pulang, Pergi dan Tentang Kamu memberikan semangat yang membara dalam jiwaku untuk tidak pernah berhenti berjuang dan berharap.

Melalui tulisan ini aku tersadar bahwa tidak selamanya yang gagal menjadi gagal. Tidak selamanya yang di belakang selalu menjadi yang di belakang. Selalu ada harapan asalkan tidak pernah menyerah.


Jumat, 22 Maret 2019

Perpustakaan Nasional RI

0 komentar
Semenjak di resmikan pada 14 September 2017 lalu, Perpustakaan Nasional resmi berpindah ke Jalan Medan Merdeka Selatan. Gedung ini berisi 24 lantai. Di tiap lantai ada satpam yang menjaga ketertiban pengunjung. Jika membawa minuman, minuman tersebut akan diletakkan di meja yang sudah disediakan (mungkin agar buku-bukunya tidak basah kena air).  Untuk membaca koleksi Perpustakaan, harus menjadi anggota. Karena hanya di lantai 21 dan 22 saja yang bukunya dapat kita ambil sendiri sisanya harus menunjukkan kartu anggota. Cara meminjam bukunya gampang saja. Kita cari buku yang ingin dibaca di Opac Perpusnas. Jika statusnya tersedia, maka kita dapat meminjamnya untuk baca di tempat. Klik tombol tersedia. Lalu setelah itu kartu anggota yang kita punya letakkan di tempat yang tersedia (semacam alat seperti scan yang berwarna hitam). Kemudian akan keluar struknya. Kita bawa struknya ke lantai dimana buku tersebut berada dan tunjukkan struknya ke pustakawan deh. Horeeee akhirnya bisa membaca buku deh. 

Lantai 1 berisi loker, kafe dan tempat duduk. Loker ini berfungsi untuk menyimpan barang bawaan kita. Jangan lupa jika ingin membawa laptop atau apapun, kita juga bisa menggunakan goodie bag bening yang bisa kita bawa ke setiap lantai. Di lantai 2 ada auditorium dan pusat informasi. Jadi di lantai ini tempat untuk mendaftar keanggotaan. Kalau ingin makan, ada kantin di lantai 4. Pilihan makanannya sedikit sih. Ada mie ayam, gado-gado, ayam geprek, soto ayam, soto daging, sop iga dll.Untuk shalat, kita perlu ke lantai 6.

Di lift, ada video mengenai penjelasan apa saja yang ada di setiap lantai. Untuk menikmati pemandangan dari atas, bisa ke balkon yang ada di lantai 24. Pemandangannya hanya mengarah ke gedung-gedung. Tadinya saya pikir mengarah ke Monas hehe. Lumayanlah untuk menikmati pemandangan karena jika mendapatkan cahaya yang bagus, hasil fotonya lumayan bagus kok.

Saran saya jika berkunjung ke Perpusnas, jangan lupa bawa jaket. Karena menurut saya lumayan dingin. Jika naik kereta, turun di stasiun Gondangdia. Dari stasiun bisa naik bajaj, ojol maupun Trans Jakarta.


Seperti inilah penampakan perpus di lantai 15.





Seperti ini tampilan di kantin







Ini di lantai 21





Lantai dasar





Pemandangan dari balkon (lantai 24)
 

Reach Your Dreams! :D Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template