Well kali ini aku mau menuliskan tentang penulis Indonesia favoritku.
Oh ya fotonya aku ambil dari Google ya hehe.
Pertama kali tau Tere Liye dari novel Negeri Di Ujung Tanduk yang banyak beredar di Gramedia. Tapi baru baca pertama kali novel karangan Tere pas kuliah yaitu novel Rindu. Novel Rindu ini berkisah tentang keluarga pada zaman dahulu yang naik haji dengan kapal. Intinya sih tentang rindu akan kuasa Sang Pencipta. Sarat akan moral banget deh. Keren! Yah jujur aja sih di awal-awal agak membosankan.
Sejak baca novel Rindu, aku mulai penasaran sama novelnya yang lain. Aku beli yang Hujan deh. Kisah hidup Lail yang mencintai Esok (teman di pengungsian). Wah pokoknya mengharukan deh. Disini ada tips biar fokus sama kehidupan kita loh (jangan galauin gebetan maksudnya :p). Lail cari cara biar dia sibuk. Akhirnya dia jadi sukarelawan. Dari situ dia bisa sedikit menghilangkan sosok Esok di pikirannya *eaaaa
Karena menurutku novel si Tere ini menarik (untuk ukuran penulisan Indonesia), aku beli lagi yang Pulang dan Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Widih yang Daun ini kisah cintanya agak beda dari novel romance Indonesia soalnya ngebahas tentang percintaan yang umurnya beda jauuuh. Tapi tenang di akhir cerita mereka ga nikah kok.
Kalau yang Pulang itu menurutku paling bagus. Tentang kisah perjalanan Bujang mencari kehidupannya bakal jadi apa nanti. Bujang yang lahir dan besar di desa diajak Tauke Besar untuk tinggal di Ibu Kota Provinsi. Disana ia di sekolahkan trus jadi tukang pukul. Banyak pesan moral juga di novel ini. Intinya "berdamailah dengan masa lalumu". Dengan begitu si Bujang bisa menjadi seorang Ninja!
So buat yang penasaran sama novel-novelnya Tere Liye buruan dibeli sebelum.....kehabisan (?)
Oh ya fotonya aku ambil dari Google ya hehe.
Pertama kali tau Tere Liye dari novel Negeri Di Ujung Tanduk yang banyak beredar di Gramedia. Tapi baru baca pertama kali novel karangan Tere pas kuliah yaitu novel Rindu. Novel Rindu ini berkisah tentang keluarga pada zaman dahulu yang naik haji dengan kapal. Intinya sih tentang rindu akan kuasa Sang Pencipta. Sarat akan moral banget deh. Keren! Yah jujur aja sih di awal-awal agak membosankan.
Sejak baca novel Rindu, aku mulai penasaran sama novelnya yang lain. Aku beli yang Hujan deh. Kisah hidup Lail yang mencintai Esok (teman di pengungsian). Wah pokoknya mengharukan deh. Disini ada tips biar fokus sama kehidupan kita loh (jangan galauin gebetan maksudnya :p). Lail cari cara biar dia sibuk. Akhirnya dia jadi sukarelawan. Dari situ dia bisa sedikit menghilangkan sosok Esok di pikirannya *eaaaa
Karena menurutku novel si Tere ini menarik (untuk ukuran penulisan Indonesia), aku beli lagi yang Pulang dan Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Widih yang Daun ini kisah cintanya agak beda dari novel romance Indonesia soalnya ngebahas tentang percintaan yang umurnya beda jauuuh. Tapi tenang di akhir cerita mereka ga nikah kok.
Kalau yang Pulang itu menurutku paling bagus. Tentang kisah perjalanan Bujang mencari kehidupannya bakal jadi apa nanti. Bujang yang lahir dan besar di desa diajak Tauke Besar untuk tinggal di Ibu Kota Provinsi. Disana ia di sekolahkan trus jadi tukang pukul. Banyak pesan moral juga di novel ini. Intinya "berdamailah dengan masa lalumu". Dengan begitu si Bujang bisa menjadi seorang Ninja!
So buat yang penasaran sama novel-novelnya Tere Liye buruan dibeli sebelum.....kehabisan (?)
