Tahun 2020 terasa hampa. Ini tahun pertama tanpa Nyai. Sulit rasanya kehilangan orang lagi setelah Papa. Januari-Februari, semua terasa normal meskipun sudah ada pemberitahuan mengenai corona di beberapa negara yang terkena wabahnya. Aku wawancara kerja disana sini. Pertengahan Maret, dimulai lah PSBB. Entah mresminya mulai kapan, seingatku sejak itulah hingga Juni mayoritas perusahaan wfh sehingga membuat jalanan menjadi sepi dan udara menjadi bersih.
Ramadhan berlangsung mulai akhir April hinggal akhir Mei. Saking gabutnya, banyak influencer yang mencoba berbagai macam resep jadi aku dan saudara-saudaraku juga bikin deh hehehe. Mulai dari dalgona, cookies dan macam-macam. Di Mei, aku mendapatkan wawancara di gedung Jamsostek untuk perusahaan Cheil Jedang Indonesia pada bagian accounting namun,sayangnya ditunda sampai pandemi mereda. Beberapa hari kemudian, aku dapat panggilan lagi di Halim. Wow aku mendapatkan pekerjaan pertama! Pekerjaan pertamaku ini walaupun aku ga sesuai latar belakang pendidikanku, namun aku mengambilnya karena untuk pengalaman dan juga gabut woy setelah menganggur 9 bulan.
Hari pertama kerja aku merasa bego karena ga bisa vlookup HAHAHAHAHA. Aku bersama dua orang anak baru ya saling tanya gitu deh HAHAHAHA. Tapi baru seminggu, salah satu kenalan baru itu mendapatkan kerja di tempat lain ya jadi pisah deh. Sedih sih :"( Disini aku kerja bukan sebagai pegawai tapi sebagai tenaga lepas.
Senangnya beberapa hari kemudian, masuk lah anak baru. Anak ini setinggi dan sebongsor aku hahahaha. Alhamdulilah anak ini jauh lebih menyenangkan dari yang sebelumnya. Lalu, beberapa hari kemudian masuk lagi anak baru. Sayangnya baru sehari dia keluar ya secara dia udh berpengalaman tapi cuma kerja harian kan ga bagus yaa....Pasti dia cari yang settle. Besoknya ada anak baru lagi wkwkwk. Jadi totalnya berempat sama aku.
Sekitar hampir dua minggu aku masuk kerja, aku disuruh minta langsung data yang diperlukan ke salah satu orang finance sebut saja H. Nah aku chat aja melalui WA. Aku manggilnya "Pak" (maklum aku anaknya baku haha) tapi sepertinya dia masih muda kalau dilihat dari foto profilnya wkwkwk walaupun kumisan. Beberapa hari kemudian, karena aku masih ga paham sama data yang si H kasih, aku tanya langsung ke orangnya jadi aku ke ruang finance deh. Eh dari nada bicaranya sih dia kayaknya baik. Dalam hati aku berniat kalau nanya apa-apa ke dia aja deh.
Aku ga tau sejak kapan, tapi semenjak aku nanya langsung sama si H, si H ini suka main ke ruanganku dan ngobrol sama Bapak Y yang duduk di belakangku. Dalam hatiku "ini orang ga sibuk apa ya? kan dia finance" tapi ya udahlah biarkan saja. Beberapa hari kemudian, saat aku makan siang dan lagi ngobrol sama teman-teman baruku, si H ini lewat (karena untuk ke lantai bawah, si H harus lewat ruanganku) dan aku sadar dia lagi memperhatikanku sambil jalan, jadi yang tadinya aku ketawa sama temanku, aku langsung terdiam. "Eh kok matanya tertuju ke aku ya?". Besoknya di saat ruanganku sepi, si H nyamperin aku: "Mba datanya udah dikerjain semua? Saya mau narik data" aku menjawab "Udah Pak". Lucunya, besoknya lagi dia datang dengan agak ngegas:
"Mba coba deh liat tugas Mba. Oh Mba ga input data kode XXXX?"
"Engga Pak cuma ini aja"
"Oh ya udah deh nanti saya input sendiri soalnya harganya ada yang salah. Ya udah deh saya input manual aja. Makasih ya Mba"
Lucunya, sorenya dia lewat di belakangku sambil lirik aku, jadilah aku menatap dia dan dia seketika langsung nanya "Mba si Mba XX kemana ya?" "Maaf Pak ga tau"dan dia pun berlalu. Karena aku semakin merasa dia sering ngobrol ke Bapak Y buat liatin aku, jadilah pas shalat ashar, aku nyamperin teman-temanku baru deh ke bawah buat ke mushalla. Saat aku buka pintu kaca, dari kaca keliatan kalau si H melirik sekilas ke arahku. Ya lumayanlah ada penyemangat dalam hatiku. Semenjak itu, aku kalau minta kontak orang finance ke dia.
Sebulan kemudian, temenku yang seru ini mengundurkan diri karena dapat kerja di tempat lain. Hiks sedihnya :( Jadilah aku cuma bertiga.
Sebenarnya banyak yang mau aku tulis mengenai H ini tapi kebanyakan hahaha. Yang jelas, aku semakin pensaran sama dia dan kita jadi sering liat-liatan di kaca antar divisi, atau aku ngintip ke musholla laki, atau saling lirik pas mau ambil wudhu atau pas mau pakai sandal hahaha. Tapi sepertinya dia pemalu karena kalau liat aku rada nunduk kepalanya dan senyum.
Oh ya semenjak Juni, sudah banyak kantor yang work from office lagi. Jadi jalanan sudah lumayan macet.
Tujuh bulan semenjak aku kerja, tepat di hari Ibu, aku sudah tidak bekerja disana lagi. Pokoknya tahun ini aku baru saja sedih karena patah hati eh dapat penggantinya (?) walaupun ga nyata cuma liat-liatan aja. Oh ya melalui ini mau minta maaf karena ternyata harusnya aku panggilnya Mas aja secara kita sepantaran! Wkwkwkw rupanya di usia kerja aku baru tau ada laki yang masih malu-malu juga (?). Sayangnya aku makin stalkerin dia huhuhu. Malah jadi mengkhayalkan dia deh sama kayak dulu :"(
Semoga pandemi segera berakhir karena corona, diwajibkan pakai masker deh. Sedih cuma melihat langsung wajah H tanpa masker hanya hitungan jari hahaha.
Tahun ini juga mengajarkanku untuk bekerja keras dan bersyukur.