Sabtu, 05 November 2016

Perang Bulan dan Matahari

0 komentar
Matahari selalu bertentangan dengan Bulan. Atau mungkin mereka hanya bertukar peran? Peran untuk membuat para manusia menentukan jadwal kegiatan.

Entahlah aku tidak tahu. Tapi setahuku mereka sering berperang. Bukan perang fisik melainkan perang batin.

Yang akan aku tulis ini bukan Bulan dan Matahari yang berada di langit. Tapi ini Bulan dan Matahari yang menginjakkan kaki di bumi.

*************

Seperti malam-malam sebelumnya, Matahari membuka WhatsApp-nya melihat lelaki itu online atau tidak. Matahari senang saat melihat lelaki itu ternyata online. Dia tersenyum. Sungguh ia rindu sekali dengan lelaki itu. Dia ingin chat dengannya namun, dia ragu. Pikirannya berkecamuk.
"Bagaimana kalau ternyata aku mengganggunya?"
"Bagaimana kalau aku dianggap perempuan murahan karena menanyakan kabarnya?"
"Apakah dia baik-baik saja di sana?"
"Mengapa dia sering online akhir-akhir ini? Bukankah seharusnya dia belajar?"
Dan akhirnya seperti malam-malam sebelumnya. Matahari hanya meletakkan kembali hp-nya di meja dan tidur. Berharap suatu saat nanti dia terbangun dengan melihat chat dari lelaki itu.

Keesokan harinya, Matahari pergi ke kampus. Dia sudah bersiap untuk UTS hari ini. Dia memantapkan langkahnya saat membuka kelas ujian. Dia tersenyum lebar saat nilai UTS keluar. Walaupun nilainya bagus, Matahari tidak terlalu gembira. Bukan karena lelaki itu, tapi karena hasratnya untuk dapat kuliah di jurusan yang dia minati harus pupus.

Berbulan-bulan setelahnya, Matahari tetap mendapatkan nilai seperti itu. Namun tatapan matanya tak lagi menyiratkan kebahagiaan.

***
Bulan lelah. Dia ingin tidur secepatnya. Tapi masih ada tugas yang harus dia kerjakan. Saat dia membaringkan tubuh di tempat tidurnya, dia menyempatkan diri untuk melihat hp-nya. Ternyata banyak pesan masuk. Dia membacanya satu per satu. "Ah sebentar lagi akhirnya aku bisa pulang ke rumah walaupun hanya 2 minggu" serunya dalam hati. Dia dan teman-temannya sama. Merindukan keluarga mereka. Tapi Bulan bukan hanya merindukan keluarganya tapi juga merindukan seorang perempuan. Bulan membuka kontak WhatsApp-nya dan melihat perempuan itu terakhir kali online 2 menit yang lalu.
"Ah hampir saja aku melihatnya online". Bulan hanya tersenyum sedih melihatnya.

Di kampus itu, Bulan termasuk salah satu mahasiswa yang berprestasi. Ya tentu saja begitu. Itu semua karena tatapan tajam ayahnya. Semenjak kelas 12, saat Bulan menentukan ingin melanjutkan pendidikan kemana, ayahnya menolak usulan Bulan. Ayahnya ingin Bulan seperti dirinya. Dalam hati Bulan takut dengan tatapan tajam ayahnya itu. Bulan meng-iya-kan usulan ayahnya agar dia tidak perlu melihat tatapan itu lagi.

Bulan membatin saat tahun pertama bahkan dia menangis. Dia tidak terbiasa dengan olahraga yang keras bahkan dengan pukulan yang diterimanya setiap kali dia melakukan kesalahan.



***
Minggu ke 3 Matahari libur, ia jalan-jalan ke taman baru yang ada di kotanya. Dia bosan hanya berada di rumah terus. Ia membeli es krim dan memakannya sambil duduk di ayunan. Saat sudah menghabiskan separuh es krimnya, ia mendengar suara siulan.
"Seperinya aku kenal dengan siulan ini. Seperi siulan...."
Seketika dia kaget saat ada orang yang menepuk pundaknya.
"Matahari?"
"Bulan? Aku pikir kamu belum pulang"
"Hahahaha segitu sibuknya kah menurutmu sampai aku belum pulang?"
"Kamu kan jadwal liburnya agak beda dengan kampus lain"
"Iya sih hahaha"

Matahari tersenyum. Begitu pula dengan Bulan. Senyum yang bukan hanya ada di bibir mereka tapi juga di hati mereka yang selama ini tertutup dengan kesedihan. Mereka lantas saling bercerita kehidupan di kampus masing-masing. Mereka saling tahu kalau ternyata selama ini mereka juga saling tidak suka dengan jurusan mereka saat ini. Mereka saling menyemangati satu sama lain.
"Walaupun kita ga suka bukan berarti kita ga bisa ya kan?"
"Iya Bulan kamu benar"

Setelah itu, Bulan mengantar Matahari ke rumahnya. Dalam hati Bulan dia sangat senang sekali dengan hari ini. Karena akhirnya dia bisa bertemu dengan perempuan yang dia nantikan. Begitu pun dengan Matahari.





***

Itu hanyalah kisah perang antara Bulan dan Matahari dalam kehidupannya sebagai mahasiswa yang kuliah di bidang yang bukan mereka minati. So kalian yang seperti mereka akankah menyerah?

Sabtu, 17 September 2016

Aku Gila

0 komentar
Ada yang tak bisa diungkap
Dengan kata
Dengan tangis

Ada yang merindu dalam diam
Tak bersuara
Tak bercerita

Dalam mimpi selalu muncul
Apakah aku sudah gila?
Gila membayangkan dirimu
Berada di sisiku
Menghapus sepi ini

Aku Gila
Itu karena ulahmu
Membuatku bagaikan tertusuk pisau
Menjadikan luka itu dalam
Luka karena rindu
Rindu suaramu
Rindu kehadiranmu
Rindu wajahmu

Arrgghh sudahlah!
Hilanglah dirimu dari pikiranku
Agar aku bisa waras kembali

Jumat, 02 September 2016

Bumi

0 komentar
Yaaaaa kembali lagi menulis tentang Tere Liye!!!
Tere
Liye
Is
Da
Best!!!
Sebagai penggemar novel yang dari kecil selalu baca novel orang luar, Tere merupakan (satu-satunya untuk saat ini) yang mendekati gaya penulisan dan imajinasi penulis luar. Kenapa? Karena novel serinya yang Bumi kisahnya sederhana namun banyak imajinasi.


Selama ini aku hanya baca novel karangan orang Indo yang romantis. Mau dari wattpad, kisah nyata dll. Aku aja sampai bingung "kenapa sih penulis Indonesia ide ceritanya galau tentang percintaan mulu?". Nemu yang bagus dikit eh pas udah baca di tengah-tengah ada cerita putus sama pacarlah, selingkuh lah atau ditinggalin kekasihnya. Makanya jangan heran Tere ini menjadi penulis pertama favoritku dari Indonesia :D

Ceritanya berkisah tentang 3 teman (Raib, Seli dan Ali) yang sekelas dan punya guru matematika benama Selena. Walaupun sifat 3 sekawan itu berbeda tapi mereka saling membantu satu sama lain. Ternyata di dunia ini bukan hanya ada manusia seperti kita tapi juga ada Klan Bulan, Klan Matahari dan Klan Bintang. Well kalian pasti bisa menebak jalan ceritanya seperti apa. Tentu saja ada peperangan ;) Penggambaran Tere tentang Klan Bulan juga lumayan bagus. Dijelaskan tentang dunia itu terlihat seperti apa, ada apa, bagaimana cara mereka membangun dunia mereka dll. Wajib dibaca bagi mereka yang senang baca novel fantasi!!!

Aku sih berharap novel ini jangan difilmkan dulu. Karena menurutku teknologi perfilman di negara kita masih kurang bagus. Udah bayangin yang keren-keren eh ternyata di film cuma kayak gitu. Kan kecewa. Efeknya belum secanggih Hollywood. Semoga saja Tere akan memfilmkan novel seri ini saat teknologi perfilman sudah secanggih Hollywood :)

By the way aku lebih suka cover yang ini daripada yang lama. Lebih....imajinatif ;)
Ku tunggu seri selanjutnya: Bintang Tere!!!

Kamis, 25 Agustus 2016

Tere Liye

0 komentar
Well kali ini aku mau menuliskan tentang penulis Indonesia favoritku.
Oh ya fotonya aku ambil dari Google ya hehe.

Pertama kali tau Tere Liye dari novel Negeri Di Ujung Tanduk yang banyak beredar di Gramedia. Tapi baru baca pertama kali novel karangan Tere pas kuliah yaitu novel Rindu. Novel Rindu ini berkisah tentang keluarga pada zaman dahulu yang naik haji dengan kapal. Intinya sih tentang rindu akan kuasa Sang Pencipta. Sarat akan moral banget deh. Keren! Yah jujur aja sih di awal-awal agak membosankan.

Sejak baca novel Rindu, aku mulai penasaran sama novelnya yang lain. Aku beli yang Hujan deh. Kisah hidup Lail yang mencintai Esok (teman di pengungsian). Wah pokoknya mengharukan deh. Disini ada tips biar fokus sama kehidupan kita loh (jangan galauin gebetan maksudnya :p). Lail cari cara biar dia sibuk. Akhirnya dia jadi sukarelawan. Dari situ dia bisa sedikit menghilangkan sosok Esok di pikirannya *eaaaa

Karena menurutku novel si Tere ini menarik (untuk ukuran penulisan Indonesia), aku beli lagi yang Pulang dan Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Widih yang Daun ini kisah cintanya agak beda dari novel romance Indonesia soalnya ngebahas tentang percintaan yang umurnya beda jauuuh. Tapi tenang di akhir cerita mereka ga nikah kok.
Kalau yang Pulang itu menurutku paling bagus. Tentang kisah perjalanan Bujang mencari kehidupannya bakal jadi apa nanti. Bujang yang lahir dan besar di desa diajak Tauke Besar untuk tinggal di Ibu Kota Provinsi. Disana ia di sekolahkan trus jadi tukang pukul. Banyak pesan moral juga di novel ini. Intinya "berdamailah dengan masa lalumu". Dengan begitu si Bujang bisa menjadi seorang Ninja!

So buat yang penasaran sama novel-novelnya Tere Liye buruan dibeli sebelum.....kehabisan (?)


Rabu, 10 Agustus 2016

Mengerikan

0 komentar
Makin lama semakin mengerikan saja hidupku
Takut
Hampa
Gundah

Aku takut kehilangan keluargaku
Aku takut ga bisa menggapai mimpiku
Aku takut mengecewakan buat yang ke 3 kalinya

Jumat, 24 Juni 2016

Tempat Bimbel

0 komentar
Sebentar lagi udah tahun ajaran baru nih. Masih sibuk pilih bimbel? Nih aku tuliskan penilaianku selama les di 3 tempat: Primagama, Nurul Fikri dan Salemba Group

  • Primagama
Aku les di sini sejak kelas 9. Lebih tepatnya aku les di PG Kalibata. Primagamanya nyewa ruko bukan rumah jadi jangan berharap tempatnya besar ya hehehe. Dari SMP udah ada soal yang sebab akibat (soal yang kayak di SBMPTN). Aku dulu heran kenapa ada soal kayak gini ga taunya model kayak gitu ada di soal masuk PTN heheh. Pengajarnya ada yang udah berkeluarga ada yang belum. Tapi di sini, mayoritas pengajarnya udah cukup lama mengajar jadi lumayan profesional lah. Ada konsul. Artinya di luar jam belajar kita bisa nanya soal-soal nih. Dari beberapa menit sampai sekitar 1 jam (tergantung kakaknya sih). Sehabis kita konsul kita isi buku. Di buku ini kita nulis nama, kelas, nama kakak pengajarnya, konsul berapa lama dan pelajaran apa yang kita tanya. Sayang akhir-akhir ini kualitas Primagama kurang memuaskan. Terlebih saat aku kelas 12. Buku paduannya nyampe saat 3 bulan sesudah mulai belajar, ga ada kelas intensif SIMAK (padahal dulunya ada) & intensif SBMPTN cuma 1 pelajaran per hari! (sesudah UN, biasanya ada kelas intensif buat masuk PTN dan rata-rata bimbel ngasih sehari 2 pelajaran bahkan ada yang sampai 4 pelajaran). Konon katanya karena di Primagama pusat sedang ada masalah jadi pengiriman buku panduannya terlambat. Alhamdulilah selama beberapa tahun les di sini dapet teman yang enak-enak. Selain itu, kakaknya kebanyakan bercerita pengalaman mereka atau hal lain daripada belajarnya :/ Mungkin saking friendlynya kali ya hehe. Buku paduannya lumayan lengkap. Di soal-soal buku lesnya udah ada soal UGM, SIMAK dll. Pas kelas 12 les di sini kalau ga salah dapat 5 buku. Tiga buku materi dan soal dan dua buku kumpulan soal. Buat masalah perut ga perlu khawatir karena di depan banyak makanan kayak bakso, mie, bubur ayam, siomay dll. Seminggu 3 kali pertemuan. Satu pertemuan 1 pelajaran.  Oh ya tempat shalat disini ada di basement. Di setiap lantai ada toilet.

  • Nurul Fikri
Aku les di NF yang berada di Kalibata City. Emang masih baru sih pas aku les di sini (2013-2014). AC-nya dingiiiin banget. Trus tempatnya sempit. Selain itu bukunya cuma 1. Satu buku itu memuat semua materi pelajaran IPA dan soal. Bukunya juga gampang robek :/ Mungkin karena yang di Kalibata City ini masih baru, jadi banyak rekrut pengajar baru. Hasilnya? Mereka banyak yang masih kagok buat ngajar. Ada yang ngajar cuma menghadap ke papanlah, ada yang susah jawab pertanyaan dari siswa dll. Berhubung ini lokasinya di apatermen, jadi banyak makanan namun sayang harganya mahal (namanya juga di apatermen). Oh ya di sini seminggu 2 kali pertemuan. Satu kali pertemuan 2 pelajaran. Pas aku kelas 12, aku tanya di Kalibata City ini cuma ada intensif SBMPTN kalau mau SIMAK juga adanya yang di NF Mampang. Enaknya les di sini ada pelajaran BIP. BIP ini semacam BK tapi Islami git. Isinya motivasi, surah dari ayat Al-Quran yang menjelaskan banyak hal. Trus ada pembahasan tentang jurusan di kuliah. Pas zamanku sih kalau nyicil atau langsung bayar tunai harganya sama aja. Kalau yang sekarang aku ga tau deh hehehe. Di NF bisa juga kok nanya pelajaran di luar jam belajar. Karena ga ada tempat buat shalat, jadi kalau mau shalat harus ke lantai atas dulu yang ada tempat lapangnya. Toiletnya juga harus keluar dari NF dulu (toilet apatermen bukan toilet NF).

  • Salemba Group
Aku les di sini sih buat intensif SBMPTN & SIMAK UI aja. Jadi aku ga tau banyak nih tentang bukunya dll. Aku les di SG Pasar Minggu. Pengajar di sini setauku mayoritas masih belum berkeluarga jadi enak buat nanya soal di luar jam belajar (bisa lama :p). Bedanya dengan Primagama dan Nurul Fikri tuh disini ada klinik tentor. Maksudnya di klinik tentor ini jadwal khusus di luar kbm buat nanya pelajaran. Misalnya hari Sabtu ada klinik tentor Fisika. Nah di hari Sabtu itu bisa nanya Fisika di jam yang ditentukan (biasanya sih boleh lebih lama asalkan nanya kakaknya dulu bisa atau engga) dan pastinya di sini juga ada konsul (jamnya bebas asal nanya kakaknya aja bisanya kapan). Pengajar favoritku di sini namanya Kak Redy. Dia bisa ngajarin Fisika, Kimia dan MTK loh! Level sejenis SIMAK aja dia bisa ngerjain. Nanti bakal aku tulis tentang Kak Redy ini di post berikutnya yang berisi perjuanganku masuk PTN. Kakak-kakak di sini menurutku sama friendlynya kayak di Primagama. Jajanan di sini sih sebenernya banyak cuma agak jauh dan ada yang nyebrang (krn lokasinya deket pasar jadi kalau mau makanan berat ya harus jalan ke arah pasar hehe). Teman-teman di sini anaknya juga enak-enak. Di SG Pasar Minggu ini, ada 2 tempat buat shalat. Yang pertama di lantai 2 khusus wanita dan yang satu lagi di lantai 3 khusus pria.


Itu tadi 3 tempat les offline yang pernah aku coba. Nah sekarang aku mau bahas les online yang aku coba nih namanya Zenius.

Mungkin ada yang udah tau Zenius. Zenius yang offline itu namanya Zenius-X lokasinya di Tebet. Kalau yang online itu namanya Zenius.net. Berhubung Zenius-X itu harganya mahaaaal jadi aku memutuskan buat beli Zenius Xpedia 2.0 yang isinya Zenius Club, Zenius.net, kaos Zenius, CD Zenius dll. Aku belinya di Gramedia Matraman dengan harga 935rb. Senangnya kaos Zenius itu muat buatku huehehe :p. Aku pertama kali nyoba CD-nya. Trus Zenius Clubnya. Ternyata yang clubnya ga aktif lagi :/ maksudnya ga ada postingan atau diskusi terbaru. Pas aku liat postingan terakhir itu sekitar 8 bulan yang lalu (aku beli Xpedia bulan November 2015 sejak itu ga pernah cek Zenius club lagi). Ga enaknya kalau belajar pakai CD ga bisa di mundurin ulang pas udah di tengah bisanya dari awal. Maksudnya tuh kalau udah nonton beberapa menit trus mau di putar ke menit sekian ga bisa harus tunggu sampai selasai dulu baru di tonton ulang. Akhirnya aku memutuskan buat belajar di Zenius.net (di CD materinya juga ga lengkap). Yeay untungnya di net bisa diputar ulang ke menit sekian (asalkan koneksi internet lancar jaya kalau buffer yang ada ga niat lagi buat belajar :p). Aku mulai nonton video motivasi dari Kak Sabda. Wih pokoknya Zenius itu mantaaaap deh! Penjelasannya detail sekali. Sampai aku bisa bilang "oh ternyata caranya gitu doang", "oalah jadi selama ini rumusnya berasal dari itu". Di sini juga ada pembahasan soal-soal SIMAK, UTUL UGM, SBMPTN dll. Emang bagus banget pakai Zenius. Karena menurutku Zenius itu bagaikan fondasi. Semakin kuat fondasinya semakin bagus ke sananya.

Minggu, 03 April 2016

Candu

0 komentar
Bagaikan narkoba
Membuatku menginginkanmu
Lagi dan lagi

Saat sepi
Saat duka
Dirimu makin terbayang
Semakin jelas

Waktu luang
Hanya ku habiskan tuk memikirkanmu
Buat apa?!
Merindu tapi tak tahu
bagaimana caranya agar kau menyapaku?

Hari demi hari
Bulan demi bulan
Sudah lama tak berjumpa
Namun mengapa kau tak mau pergi
Pergi dari ingatanku
Pergi dari lamunanku

Dirimu hanya menyakitkan
Iya menyakitkan
Karena hanya untuk dimimpikan
Tak mungkin digapai
Anehnya aku menikmatinya
Meskipun itu membuat sesak

Dalam doa ku menyebut namamu
Buat apa?!
Siapalah diriku ini
yang tak berarti bagimu

Semakin dirasakan
Semakin nyata pula
Namun
Semakin jauh pula

Berkelana di otakku
bagaikan lagu favoritku
Hai kau sedang apa di sana?
Bagaimana keadaanmu?

Lupakan kata otakku
tidak! aku tidak mau! jerit hatiku
Bahkan sekarang hati dan otakku tak akur

Tak lihatkah kau?
Bahwa dirimu candu
yang begitu besar untukku


Minggu, 20 Maret 2016

Review: Scream Queens

0 komentar
Scream Queens dibuat oleh Ryan Murphy. Yap Ryan ini pembuat Glee dan American Horror Story. Serial ini dibintangi oleh banyak artis yang mungkin udah sering kalian liat di TV seperti Lea Michele, Abigail Breslin, Nick Jonas, Emma Roberts, Ariana Grande dan Jamie Lee Curtis. Kisahnya tentang rumah persaudaraan di sebuah Universitas yang diteror oleh pembunuh berantai yang disebut Red Devil. Red Devil ini selalu membunuh secara dramatis dan terkesan misterius. Bocoran: Red Devilnya ga cuma satu loh. Selama menonton kita akan dibuat kesal oleh aktingnya Emma Roberts. Walaupun menurutku serial ini agak aneh tapi lumayan seru untuk diikuti.Yang pengen nonton ini karena ada Ariana harus menelan kecewa karena dia hanya muncul sedikit (mungkin karena lagi sibuk konser kali ya hehehe).

Rabu, 09 Maret 2016

The Martian

0 komentar
Seperti semua penggemar novel kebanyakan, aku lebih suka baca dulu baru nonton filmnya. Yap The Martian ini sudah difilmkan pada tahun 2015 sekitar bulan September. Emang sih di Indonesia ga booming soalnya bukan film aksi yang seru buat ditonton hehehe (dan film ini membuat orang harus berpikir). Walaupun begitu, film ini masuk dalam nominasi Oscar loh berarti film ini sangat "bermutu".

 Bagaimana dengan novelnya? Novel ini isinya "IPA" banget! Yang suka Fisika dan Kimia serta Luar Angkasa silahkan baca novel ini. Genrenya memang fiksi ilmiah (secara emang bahas ilmu bukan khayalan doang) namun tetap seru loh. Buat yang males mikir (sukanya genre yang romantis, teenlit mungkin terbiasa dengan baca tapi ga perlu memproses ceritanya juga gapapa karena udah langsung paham) mungkin bakal bosen hahahha. Novel ini membuat pengetahuan kita jadi bertambah. Selain itu dengan adanya cerita Luar Angkasa yang istilahnya terdengar asing kita bisa search di Google seperti apa pesawatnya sehingga kita bisa merasakan jadi Astronaut. Walaupun di awal cerita novel ini terlihat tidak menjanjikan, ternyata bikin penasaran!


Jumat, 26 Februari 2016

Matikan Sosial Media

0 komentar
Akhirnya ada yang sadar juga kalau aku matiin beberapa akun sosial mediaku. Aku memang udah rencanain dari sekitar 2 tahun yang lalu tapi baru aku putuskan saat ini. Ini beberapa alasanku matiin sosmed:

  1. Candu 
          Nah dengan adanya sosmed kita jadi kecanduan sehingga ada yang aneh rasanya kalau ga dibuka. Atau bisa menimbulkan perasaan gelisah saat ga ada yang komentar atau like post kita. Candu terhadap sosmed ini sangat berbahaya karena tanpa kita sadari bisa menyebabkan sakit mata, pusing dan bahkan saraf jari kita kena (jari bergetar sendiri). Parah kan?

     2. Tak Bersyukur
  
          Kita jadi tidak mensyukuri apa yang kita miliki loh. Mulai dari ngeluh ga bisa nongkrong di sini, ga bisa kayak temen-temen yang punya pacar, ga bisa liburan ke sana, ga punya baju brand tertentu dll. Padahal bisa aja kan itu semua bersifat ga sering sedangkan kita yang sering (walaupun bukan ke tempat mahal/punya yang mahal) jadi lupa bersyukur, kita jadi ga bersyukur punya keluarga dan sahabat yang peduli dan sayang, trus bisa menyebabkan kita merasa tak beruntung, tak berguna (misalnya liat status temen yang menang lomba padahal kita yang sering ikut lomba ga pernah menang jadi kayak ngerasa ga bisa banggain ortu) dll. Parahnya saking kuatnya pengaruh sosmed kita bisa memaksa ortu buat beliin barang mahal/pergi ke tempat elit yang sebenarnya ga perlu loh.

    3. Menghabiskan Waktu

        Ngaku deh dengan adanya sosmed kita betah megang hp lama-lama atau natap layar laptop berjam-jam sampai panggilan buat shalat atau panggilan ortu ga kedengaran. Selain dosa kita membuang waktu dengan sia-sia padahal waktu yang terbuang itu bisa digunakan buat belajar, mempelajari hal baru yang berguna buat masa depan dll.

Untuk saat ini itu aja sih alasanku. Meskipun belum lama sih aku matiin sosmednya hehe. Lagian sosmed itu bisa membuat kita jadi penasaran banget sama hidup orang (gebetan/pacar/musuh/teman). Padahal kan ga ada gunanya. Mending fokus buat masa depan aja yuk :)

Jumat, 19 Februari 2016

Seminar UI Student Preneur

0 komentar
Sebenernya aku tau acara ini dari akun Zenius di Line. Disitu ditulis kalau pendirinya Zenius yaitu Kak Sabda PS bakala datang sebagai narasumber. Sebagai pengguna Zenius Xpedia, aku penasaran sama beliau so aku daftar deh. Seminar ini berlangsung tanggal 16 Februari 2016. Acara ini dari pagi sampai jam 5.30 sore di Auditorium FEB UI. Kebayang dong capeknya kayak apa?

Jam 9.30 aku berangkat dari rumah. Sampai di Stasiun UI sekitar jam 10. Setelah ambil tiket, aku masuk ke auditorium. Acara dibuka oleh ketua acara lalu sambutan oleh ketua HIPMI. Selain Kak Sabda, narasumber yang keren menurutku ialah Sandiaga Uno. Mungkin kalau baca namanya ga tau dia siapa tapi kalau udah liat fotonya pasti tau deh hehehe.

Kak Sabda mengisi acara di sesi 3 pada sore hari. Selama menunggu Kak Sabda, aku kedinginan luar biasa! Walaupun terisi 2/3 manusia, AC-nya dingin sekali huuu. Untuk ukuran seminar termasuk murah loh cuma bayar 35 ribu rupiah sudah dapat makan siang, goodie bag, coffe break dan tentunya sertifikat.

Kak Sabda mengisi acara di sesi 3 bersama Karaeng R. Adjie (yang ternyata pengguna Zenius Xpedia dimasa SMA sehingga dia bisa masuk FT UI) dan Joshua Kevin. Karaeng ini lucu loh sebagai narasumber. Dia bilang "Ah saya ga perlulah les di Inten segala. Mendingan pakai Zenius saja. Walaupun cuma online toh saya tembus FT UI juga". Wah pokoknya dari acara ini aku banyak nemuin anak UI yang berhasil karena Zenius.

Di akhir acara aku (alhamdulilah) bisa foto bareng Kak Sabda. Ternyata banyak yang datang ke acara ini karena ada Kak Sabda hahahaha. Banyak juga loh yang foto bareng sama beliau. Terima kasih Kak Sabda doakan aku menjadi mahasiswa UI tahun ini :)

Selasa, 09 Februari 2016

Jadi Penulis

0 komentar
Dari kecil aku udah suka baca. Suka nulisnya sejak SD kelas 2. Yah walaupun pas SD cuma nulis diary sih. Akhirnya pas SMP aku mulai nulis kalimat yang berirama yang pendek. Ternyata pas Mama liat itu puisi. Sejak itu aku bikin blog buat menyalurkan hobiku. Guru di SMP yang paling aku suka itu Bu Hera. Kenapa? Karena dia selalu ngasih tugas nulis mulu hahahaha. Mulai dari nulis cerita liburan, nulis pantun, bikin puisi, bikin kalimat yang ada syaratnya dll wah pokoknya seru deh.

Pas kelas 9 guru Bahasa Indonesiaku yang namanya Bu Mahanik kasih tugas buat nulis cerita. Aku bikin tentang persahabatan. Kalau ga salah sih judulnya Melodi apa gitu. Di kelas ini pula aku nulis cita-citaku sebagai penulis disamping mengobati orang hehe.

Sayangnya pas SMA guru Bahasa Indonesianya ga seasyik pas SMP. Ga disuruh nulis ini itu :(

Pas kuliah untuk pertama kalinya aku share cerpenku di line. Respon dari temen-temen sih katanya kurang bagus. Maklumlah aku susah buat bikin cerpen yang ada percakapannya :(

Udah punya ide sih buat bikin novel tapi sepertinya aku harus banyak belajar lagi biar bagus :)

Senin, 08 Februari 2016

Tapi Ternyata

0 komentar
Dulu saat semua ini baru dimulai aku tak akan mengira jadinya akan begini.
Dulu aku kira hidup ini akan berjalan lancar bak film.
Tapi ternyata............salah besar.
Dari dulu aku mencari sosok yang dapat kujadikan sebagai pengganti Papa.
Dari dulu aku mencari sahabat sejati.
Dari dulu aku mencari apa arti kebahagiaan.

Banyak kenangan yang muncul.
Banyak waktu yag telah terlewat.
Tapi ternyata aku belum menemukan satu pun jawaban atas pertanyaanku.
Mengapa?

Kian hari aku merasa
"Ah sudahlah. Aku menyerah"
Namun aku teringat bahwa aku masih harus mencari jawaban.
Siapakah dia?
Siapakah dia?
Apakah artinya?

Mungkin selama ini aku sudah menemukannya.
Dia sosok yang dapat kujadikan sebagai pelindungku.
Dia sosok sahabat yang selama ini menemaniku.
Kebahagiaan berkumpul bersama dengan orang-orang yang disayang.

Tapi ternyata....
Masih ada yang kurang di hati ini
Entah apa
Ku sedang mencarinya

Selasa, 02 Februari 2016

Kamu

0 komentar
Masih ingatkah kamu saat pertama kali kita berkenalan?
Kamu menyapaku dengan senyum ramah dan mengulurkan tanganmu. Kamu bertanya namaku, dimana aku bersekolah dan almamater sekolahku yang dulu.

Aku mengenalmu sebagai sosok yang ramah, sopan, sabar dan taat beribadah. Apakah sekarang kamu masih sama?

Semenjak kita berkenalan aku selalu dibuat tertawa oleh leluconmu. Aka tau maksudmu untuk mencairkan suasana "mengantuk" di kelas itu.

Aku hanyalah gadis biasa. Tak mencolok. Tapi jika kamu melihatku terdiam saat yang lain saling mengobrol, kamu pasti bertanya kepadaku hanya untuk membuatku bicara. Aku tau maksudmu baik. Supaya aku tidak begitu diam. Kamu tahu? Baru kamu lelaki yang membuatku seperti itu. Baper? Bukan. Selama ini tidak ada satu orang pun yang mencoba untuk membuatku berbicara karena aku pendiam.

Entah hari ke berapa sejak kita berkenalan. Kamu menyapaku saat kamu makan bersama temanmu. Aku pun menyapamu juga. "Wah ramah sekali dia. Belum pernah aku memiliki teman lelaki yang ramah seperti dia". Ya aku juga tahu kalau kamu bermaksud agar aku nyaman belajar di kelas seperti anak-anak yang lain. Agar aku bisa bercanda seperti yang lainnya.

Ada yang baru aku sadari tentangmu beberapa bulan kemudian. Kamu rajin shalat. Karena aku selalu melihatmu shalat di musholla saat istirahat.

Untuk ukuran lelaki kamu termasuk rajin. Rajin bertanya. Rajin mencatat. Keinginanmu untuk belajar amatlah tinggi. Aku maklum. Secara kamu sekolah di tempat yang bagus pastinya kamu pun dapat semangat yang bagus pula untuk belajar.

Apakah kamu masih ingat?
Saat kamu menawariku untuk pulang denganmu.
"Rif mau bareng ga?"
"Serius nih?"
"Iyalah masa gue bercanda"
"Tapi aku udah minta jemput. Besok aja deh"
"Yah besok gue ga bisa. Kan lo tau sendiri"
"Ya udah deh kapan-kapan aja"
Kamu tak langsung menjawab. Kamu hanya diam beberapa saat dan berkata
"Oh ya udah deh. Gue duluan ya Rif"
Kamu harus tahu bahwa itu hal yang paling aku sesalkan.

Beberapa hari kemudian temanmu bilang bahwa kamu tak bakal datang lagi karena kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau. Ya aku senang mendengarnya tapi pada saat yang sama aku ingin menangis. "Kenapa kamu ga bilang sih?!. Ah betapa bodohnya diriku. Padahal itu saat terakhir aku melihatmu" kataku dalam hati.

Sesampainya di rumah, aku menangis. Menangis karena kebodohanku. Kenapa kamu tak mengucapkan salam perpisahan? Apakah kamu waktu itu terdiam karena kamu sadar kalau "kapan-kapan" berarti tak ada waktu lagi? Aku heran mengapa aku menangisi kepergianmu.

Selang beberapa saat kemudian, aku menghubungimu lewat chat. Dari situ aku tahu kabarmu. Saat kamu bertanya dimana aku melanjutkan pendidikan dan aku menjawab tidak tahu kamu menulis
"Berjuang Rif, semoga Allah memberikan yang terbaik. Jangan putus asa". Saat itu juga tersenyum. Mengusap air mataku. Air mata karena kegagalanku entah untuk yang ke sekian kalinya.

Aku heran kenapa orang-orang menganggapmu berada di X. Padahal kamu bilang di Y. Aku pun ragu. Aku mencoba untuk minta klarifikasimu. Namun kamu hanya menjawab seperti yang orang-orang bilang. Aku pun teringat bahwa dulu dalam percakapan kita di chat kamu menulis "Ini buat lo doang Rif. Cuma lo doang yang gua kasih tau sejujurnya. Rahasia aja Rif". Oh Rifa sesungguhnya dia sudah mempercayaimu tapi kenapa kamu tak mempercayainya?!

Hari demi hari berlalu.
Bulan demi bulan berlalu.
Aku masih belum bisa mengenyahkanmu dari pikiranku. Padahal bisa dibilang kamu tidak lagi hadir dalam kehidupanku. Tapi kamu hampir selalu muncul di mimpiku. Ah apa mungkin selama ini kamu muncul di mimpiku karena khayalanku tentangmu begitu kuat? Atau karena dirimu menyimpan banyak misteri?

Aku tak mengerti apa yang terjadi padaku. Padahal aku tahu kamu sungguh berbahaya. Berbahaya untuk berada di dekatmu.

Karena kamu "Berani tidak dikenal, berhasil tidak dipuji, gagal dicaci maki dan mati tak diakui".

Takut.
Takut pendidikan itu mengubahmu. Mengubah jati dirimu. Mengubahmu menjadi sesosok baru yang tidak ku kenal.

Aku berharap kamu dapat mengatasi ketakutan dan rintangan yang kamu hadapi. Semoga saat kita bertemu kamu tidak melupakanmu.

Tertanda
Gadis Yang Merindukanmu



Senin, 25 Januari 2016

Aku Terjatuh

0 komentar
Aku terjatuh pada matamu
Iya mata yang ada di wajah. Pastinya sebelum jatuh cinta kita saling berpandangan bukan? Saling menyapa dan saling berbicara. Abis itu mulai mengkhayal. Abis itu baper, cih. Cewek sering baper yeu -_-

Aku terjatuh pada senyummu
Mas kamu harus tau kalau senyummu indah sekali :')
Membuatku bahagia sekali hanya dengan melihat senyummu *tsaaah
Aku sadar kenapa bisa begitu. Karena dengan tersenyum menunjukkan bahwa kamu lagi bahagia dan itu terpancar dari matamu mas :')

Aku terjatuh pada humormu
Kamu itu lucu mas. Sumpah deh. Saking lucunya aku selalu ngakak kalau di dekatmu.

Aku terjatuh pada giatnya kamu dengan ibadah
Ibadah itu adalah tiang agama. Kalau ga beribadah pasti dia bukan orang yang baik. Tuhannya aja diabaikan apalagi kamu? Lelaki yang ibadahnya bagus cocok buat dijadikan imam.

Tapi itu dulu
Sebelum kamu pergi
Pergi jauh
Tanpa pamit

Kenapa oh kenapa. Saat lagi bahagia kamu pergi begitu aja *emang dia anggap kamu Fa? HAHAHAHAHA*




Udah ah jangan galau. Mentang-mentang hujan jadi galau mulu. Dia sudah berlalu. Biarkan dia mewujudkan mimpinya dan begitu juga denganku. Jika dia memang jodoh dia akan kembali bagaimana pun caranya - unknown.

Kamis, 21 Januari 2016

Intelijen

0 komentar
Judulnya ngeri banget ya.

Jadi begini ceritanya...........

Ada anak yang suka nonton film mata-mata seperti James Bond & Mission Impossible atau nonton serial tv kayak NCIS, Quantico dll. Karena terlihat seru, dia tertarik buat daftar STIN. Tapi ternyata ga direstui. Maka itu hanya akan menjadi mimpi untuk selamanya bagi anak itu.

Udah cukup sekian ceritanya sekarang mau bahas tentang intel berdasarkan fakta.
Pasti ga asing lagi dong sama kata "intelejen"? Intel itu mata-mata (ingat ya bukan Intel di komputer). Kalau menurut KBBI sih gitu (bisa dibuktikan di sini). Jadi intel itu ya pastinya mengendap-endap. Saking lamanya mengendap jadi.....ah maaf salah fokus jadi inget Kimia :/ Kalau di Indonesia sendiri sih intel yang benar-benar intel itu dari BIN. Maksudnya yang benar-benar resmi ya dari BIN (*sotoy). Eh tapi.....ga tau juga sih soalnya kan ada juga tuh intel yang dari angkatan dan polisi.

Kalau dari serial tv Quantico sih jadi agen rahasia itu seru. Tapi jangan berharap dalam pendidikannya cuma nembak, nendang dll. Karena pendidikannya itu alias sekolahnya jauuuuh lebih berat. Udah gitu tanggung jawabnya luar biasa besar dan bisa dibilang seumur hidup.

Aku tau kalian pasti mulai nanya "maksudnya dari semua ini apa sih?! kenapa nulisnya gini doang". Wait ya sabaaaar karena aku sedang memikirkan bagaimana cara menuliskannya pada kalian (?).

Eh tapi masa pas aku googling ga ketemu sekolah intelejen di dunia (ya iyalah pastinya dirahasiakan -_-) jadi aku ga menemukan tulisan yang cukup menarik tentang sekolahnya. Maaf ya guys :( Aku sebenernya pengen deh nulis banyak tentang penilaianku dan berdiskusi sama yang baca tentang intel tapi aku tau itu sangat beresiko karena bakal banyak sekali pro dan kontra. Intel itu memang menarik namun, saat dibicarakan itu akan menjadi topik yang hangat dan bisa berujung......permusuhan (ga baik loh). Lagian topik kali ini berat sekali.

Ya cukup sekian. Buat yang kepo banget tentang intel bisa di cek di sini. Selamat membaca dan berkerut-kerut!

Sabtu, 09 Januari 2016

Tahun Baru: Resolusi Baru & Semangat Baru

0 komentar
Ga kerasa udah 2016 :)
Saatnya untuk memulai perjalanan baru. Kalau di novel sih bagaikan halaman baru.
Udah punya pemikiran yang beda nih secara udah mau 18 tahun hahahaha.
Nah dengan pemikiran baru alias dewasa ini, aku berharap bisa menggapai impianku. Mau secapek apa pun jalan yang harus dihadapin tapi dengan niat yang sangat kuat dan semangat yang tinggi pasti bisa kok :) Karena ga mungkin kan kita langsung sukses tanpa usaha? :)

Yuk mulai sekarang fokus buat masa depanmu karena masa depan adalah milikmu bukan milik orang lain. Jadi semua konsekuensi dan resikonya harus siap :)
 

Reach Your Dreams! :D Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template