Akhirnya setelah bertahun-tahun aku menanti, aku dapat bertemu lagi denganmu.
Hari itu aku menjadi sangat bahagia. Beberapa jam sebelum berjumpa denganmu, debar jantungku tak karuan. Aku pikir selama ini perasaanku padamu hanyalah sebatas imajinasi namun nyatanya tidak. Aku bertekad untuk menjadi orang pertama yang bertemu denganmu daripada teman-teman yang lain.
Untuk pertama kalinya aku bercermin hanya untuk lelaki. Sambil menatap cermin aku berkata dalam hati;
"Tenanglah. Tak usah tunjukkan pada dirinya bahwa aku rindu. Santai saja. Bersikap seperti dulu. Jangan sampai dia dan teman-teman tahu".
Aku bertanya-tanya pada diriku.
"Apakah dia akan terlihat jauh berbeda?"
"Apakah dia masih seperti dulu?"
Rupanya, agak sulit bagiku untuk menemukannya di lokasi pertemuan. Bagaimana tidak? Dia menundukkan kepalanya sambil bermain game di handphonenya. Untung saja dia masih mengenakan jaket yang sama.
"Hai Garuda" sapaku sambil tersenyum.
"Halo. Sorry ya gue main game"
"Iya tak apa" jawabku.
Realita tidak se-indah harapanku. Selama perjumpaan itu, dia terasa jauh bagiku. Mungkin saja karena dia sudah lama tidak berjumpa atau dia tidak mau ditanyai mengenai kampusnya. Setiap aku bertanya, dia merespon dengan pendek walaupun di beberapa momen, dia yang bertanya kepadaku. Aku senang saat itu karena aku bisa duduk berduaan dengannya. Tapi itu tak berlangsung lama karena akhirnya teman-temanku tiba.
Suasanya masih terasa canggung meskipun teman-temanku sudah ada di tempat itu. Dia kerap kali hanya mendengarkan percakapanku dan yang lainnya. Beberapa kali dia menanggapi. Tak apa dalam hatiku. Setidaknya aku bisa menghilangkan sedikit kerinduanku padanya.
Namun sayangnya kamu tidak bisa berlama-lama. Karena suatu alasan, kamu pergi meninggalkan tempat itu. Sungguh rasanya aku ingin pulang saja saat kamu meninggalkan tempat pertemuan. Seketika hatiku terasa kecewa dan sedih karena tak bisa berlama-lama berbincang denganmu.
Setidaknya harapanku di tahun ini terkabul.
Harapanku yaitu satu.
Berjumpa denganmu.
Meski aku tak tahu kapan takdir membawaku bertemu denganmu lagi.
0 komentar:
Posting Komentar