Tuan
Maaf hingga sampai detik ini
Aku belum bisa melupakanmu
Dirimu sangat berkesan di hatiku Tuan
Tuan
Bolehkah aku bertanya?
Bagimana kabarmu?
Apakah kamu pernah memikirkanku Tuan?
Tuan
Jangan jadikan aku orang bodoh
Yang mengharapkanmu
Yang berimajinasi tentangmu
Bahkan
Hidupku pun terasa hampa
Tanpa hadirmu Tuan
Tuan
Mengapa kau tak kunjung merindukanku?
Pikiran bodoh!
Aku hanyalah butiran debu di matamu
Aku hanya hadir sebentar di kehidupanmu
Tuan
Alangkah nyatanya mimpiku
Berbicara denganmu
Melihatmu tersenyum
Tertawa denganmu
Sungguh rasanya aku tak ingin bangun dari tidurku
Tuan
Apakah aku sudah gila
Belajar, aku ingat Tuan
Makan, aku pun ingat Tuan
Padahal Tuan bukanlah siapa-siapa
Kembalikan akal sehatku Tuan
Atau bertemulah denganku
Untuk mengobati kerinduaan ini
Yang menusuk dada
Maaf hingga sampai detik ini
Aku belum bisa melupakanmu
Dirimu sangat berkesan di hatiku Tuan
Tuan
Bolehkah aku bertanya?
Bagimana kabarmu?
Apakah kamu pernah memikirkanku Tuan?
Tuan
Jangan jadikan aku orang bodoh
Yang mengharapkanmu
Yang berimajinasi tentangmu
Bahkan
Hidupku pun terasa hampa
Tanpa hadirmu Tuan
Tuan
Mengapa kau tak kunjung merindukanku?
Pikiran bodoh!
Aku hanyalah butiran debu di matamu
Aku hanya hadir sebentar di kehidupanmu
Tuan
Alangkah nyatanya mimpiku
Berbicara denganmu
Melihatmu tersenyum
Tertawa denganmu
Sungguh rasanya aku tak ingin bangun dari tidurku
Tuan
Apakah aku sudah gila
Belajar, aku ingat Tuan
Makan, aku pun ingat Tuan
Padahal Tuan bukanlah siapa-siapa
Kembalikan akal sehatku Tuan
Atau bertemulah denganku
Untuk mengobati kerinduaan ini
Yang menusuk dada
0 komentar:
Posting Komentar